Pandemi covid-19 Terhadap Pendidikan mu dan ekonomi keluarga mu
Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia menjadi kendala bagi semua kalangan di dunia dan juga merupakan krisis kesehatan bagi umat manusia. Dalam dunia pendidikan, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat banyak seperti banyaknya sekolah di dunia ditutup untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Beberapa negara telah menutup sekolah dan menyebabkan setidaknya 290,5 juta peserta didik di seluruh dunia menjadi terganggu aktivitas belajarnya karena sekolah ditutup oleh pemerintah.
Suasana hari pertama sekolah tatap muka pada Januari 2021 di Padang, Sumatra Barat. Pemerintah Indonesia mengizinkan pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 untuk daerah yang memiliki risiko rendah penyebaran Covid-19.
Dampak dari pandemi Covid-19 membuat pemerintah membuat program pembelajaran daring. Pembelajaran daring atau online merupakan pembelajaran yang berdasarkan pada teknologi media digital yang bahan belajarnya dikirim secara elektronik atau dalam bentuk file ke peserta didik dari jarak jauh menggunakan jaringan internet dengan media komputer. Menurut pemerintah pembelajaran online dinilai merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk melakukan pembelajaran ditengah pandemi saat ini.
Dampak positif covid-19 terhadap ekonomi ialah pengeluaran masyarakat berkurang, hemat biaya transportasi karena aktivitas dirumah saja. Kemudian juga, dari sisi media seperti youtube, spotify, netflix dan lainnya juga meraup keuntungan besar. Karena masyarakat dari berbagai kalangangan termasuk juga dunia pendidikan pada saat ini ketika dirumah mereka sebagian besar adalah menggunakan media tersebut, dengan kebijakan pemerintah membuat keputusan dengan mengubah sistem proses pembelajaran menjadi daring atau online.
Dampak negatif covid-19 terhadap pendidikan, yaitu mengharuskan pemerintah mengambil keputusan mendadak dengan cara meliburkan atau menggantikan sistem pembelajaran yang awalnya di sekolah menjadi dirumah. Sehingga membuat kebingungan di berbagai kalangan masyarakat. Faktor utama kebingungan yang dialami ialah ketidaksiapan sekolah atau madrasah maupun perguruan tinggi melaksanakan pembelajaran daring atau online, meskipun pemerintah memberikan solusi dalam penilaian terhadap siswa maupun mahasiswa sebagai syarat kenaikan atau kelulusan dari lembaga pendidikan disaat pandemi covid-19. Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak untuk mengikuti keputusan yang ditetapkan pemerintah. Dan yang menjadi pilihan adalah dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran daring atau online. Karena penguasaan dosen dan guru terhadap teknologi masih rendah, keterbatasan sarana dan prasarana kedua belah pihak, keterbatasan jaringan internet berdampak proses pembelajaran daring atau online tidak stabil dan ketidak sanggupan dalam memenuhi kebutuhan kuota internet, dan juga beresiko putus sekolah permanen factor tertentu
Komentar
Posting Komentar